Peran Guru Dalam Merdeka Belajar : Inovasi & Integrasi Kompetensi Teknopreneur Pada Mapel Produk Kreatif & Kewirausahaan (PKK) SMK

/Article

 

Peran Guru Dalam Merdeka Belajar : Inovasi & Integrasi Kompetensi  Teknopreneur Pada Mapel Produk Kreatif & Kewirausahaan (PKK) SMK

Oleh : Dipa Adi Martius,S.Pd.,M.Pd.T

(Guru : SMK Negeri 2 Padang Panjang)

 

SMK merupakan program pendidikan menengah dengan tujuan  mempersiapkan  lulusan yang tidak melanjutkan  ke jenjang pendidikan tinggi untuk lebih siap masuk dunia kerja. (Suyanto, 2009).

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada dasarnya mengarah pada:

  • Bekerja di bidang kejuruan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari ketika sekolah,
  • Melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,
  • Wirausaha
  • Pada Kurikulum 2013 Edisi Revisi menjelaskan tujuan pembelajaran mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) SMK adalah:
  • Mewujudkan Link and Match sekolah dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DU/DI)
  • Merubah paradigma dari push (mendorong) menjadi pull (mencari).
  • Mengubah pembelajaran dari supply driven ke deman driven lulusan SMK.

Produk Kreatif dan kewirausahaan merupakan kemampuan dalam mengeluarkan gagasan atau ide untuk menciptakan hasil yang inovatif. Gagasan yang inovatif tersebut nantinya akan memberikan peluang bisnis dan memecahkan permasalahan dalam kehidupan. Produk Kreatif dan Kewirausahaan menekankan pada apa yang dihasilkan dari proses kreativitas menjadi suatu hal baru, orisinil, serta bermakna. Produk kreatif dan kewirausahaan dapat memberikan dampak pada perkembangan industri kreatif (Kumparan:13/03/2022).

Berikut peranan pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirauahsaan (PKK) : 

Gambar 1 : Peranan Pembelajaran PKK di SMK

 

Ide Inovasi Dan Kebermanfaatan

Ide inovasi didasari oleh urgensi transformasi pasar tradisional menjadi Pasar Online /Pasar Digital yang mengakibatkan transformasi Entrepreneur/Wirausahawan biasa (Regular Entrepreneur) menjadi Technopreneur (Wirausahaan Digital). Kondisi tersebut mengharuskan adanya pengembangan Digital Skills yakni : Kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. (Juknis Literasi Digital Kemenkominfo:2021)

 

Perencanaan Dan Implementasi

Dalam hal  pengembangan materi ajar, sekolah mempunyai hak untuk melakukan penafsiran terhadap kurikulum demi menyesuaikan situasi dan kondisi siswa di sekolahnya masing masing. Sekolah diberikan keleluasaan untuk memilih atau memodifikasi perangkat ajar. Perangkat ajar merupakan berbagai materi pengajaran yang dapat digunakan guru untuk mendukung kegiatan belajar mengajarnya. Perangkat ajar dilengkapi dengan alur dan capaian pembelajaran, yang disusun sesuai domain dan fase tertentu. Perangkat ajar bisa berupa bahan ajar, modul ajar, modul proyek, atau buku teks. (Supriyatno, Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Prototipe, Kemendikbudristek :2021).

Rencana diawali dengan penyusunan Materi Ajar melalui serangkaian kegiatan analisis, survey, literasi digital dan diskusi. Inovasi & Integrasi Kompetensi Teknopreneur Pada Mapel Produk Kreatif & Kewirausahaan (PKK) SMK telah diimplementasikan di SMK Negeri 2 Padang Panjang semenjak tahun 2020.

Kompentensi Teknopreneur  yang  diintegrasikan pada mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) dapat diuraikan sebagai berikut :

  • E-Commerce Dan Perkembangannya Di Indonesia

 

  • Technoprenership dan Proyek Kewirausahaan

  • Bagaimana Menjadi Seorang Wirausaha Digital (Technopreneur)?

 

  • Marketplace dan Berjualan Di Marketplace (Tokopedia/Bukalapak, dll)

  • Berbisnis dan Berjualan Di Facebook Marketplace/Meta Grup

 

  • Menjadi Teknopreneur Bersama Google (Kelas Online Gapura Google)

 

  • Google Trends Untuk Riset Pasar Teknoprenuer

 

  • Membuat Landing Page dengan Google

  • Website Gratis Dengan Google Bisnisku

  • Desain Visual Poster & Video Untuk Publikasi Produk/Jasa

 

  • Pemasaran Afiliasi (Affiliate Marketing)

 

  • Usaha Dropship Dan Cara Menjalankannya

 

  • Membuat Web Toko Online Dengan WordPress (Plugin Woocommerce)

Sebagai guru abad 21 yang telah menggeser paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) dimana ia lebih berperan sebagai desainer pembelajaran, fasilitator, pelatih dan manajer pembelajaran. Bukan sebagai pencekok informasi dan satu-satunya sumber belajar, sang maha tahu. Oleh karena itu, guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencirikan paradigma baru pembelajaran seperti dijelaskan di atas dengan mengintegrasikan prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) sebagai sarananya dalam pembelajaran

TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge) merupakan pembelajaran yang menggunakan penerapan gabungan system pendidikan yang mengedepankan teknologi dan aplikasi (konten) tertentu dalam pembelajaran. Pengetahuan (Knowledge/K) cara membelajarkan (Pedagogy/P) dan menguasai materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C) dikenal dengan istilah Pedagogy Content Knowledge (PCK). Namun, PCK tidak sekedar irisan atau gabungan pengetahuan tentang pedagogi dan penguasaan materi namun diperkuat oleh pengalaman-pengalaman guru (tacit knowledge).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran sehingga abad 21 mendorong guru atau tenaga pendidik untuk memiliki pengetahuan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Istilah PCK berkembang menjadi TPCK dimana “T” adalah teknologi. Guna memudahkan  penyebutannya TPCK dirubah menjadi TPACK dan berkembang melibatkan banyak domain pengetahuan di dalamnya.

Sebagai implementasi dari hal tersebut di atas adalah pengembangan portal elearning dan web/blog Pembelajaran. Portal e-learning dan blog pembelajaran dijadikan sebagai suplemen Proses Pembelajaran Berbasis Online untuk efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Produk Kreatif & Kewirausahaan (PKK). Sehingga materi dapat diakses oleh siswa kapan dan dimana saja. Diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan partisipasi aktif dari para siswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas penguasaan materi pembelajaran. Portal elearning digunakan untuk mendukung implementasi pembelajaran PKK dengan metode Blended Learning. Dengan demikian proses pembelajaran dapat berlangsung tanpa batasan waktu dan tempat.

Alamat/url Portal Elearning : https://elearning.dipa14.web.id

         

Gambar 2 : Tampilan Portal E-learning

 

Fitur yang tersedia pada portal elearning :

  • Beranda (Tugas terbaru, Materi terbaru Pengumuman dan riwayat login), 2) Jadwal Mapel, 3) Tugas (Ujian Pilihan Ganda, Upload berkas/file & Essay), 4) Materi, 5) Komentar Saya, 6) Filter Pengajar, 7) Filter Siswa, dan 8) Responsive (kompatibel Android)

 Web/blog Pembelajaran yang memuat konten kategori khusus berkaitan dengan Produk Kreatif & Kewirausahaan (PPK) dan Teknopreneur url : https://dipa14.web.id/category/technopreneur/

Gambar 3 : Tampilan Web Blog

 Hambatan Dan Solusi

Selama perencanaan dan implementasi belum terdapat hambatan yang berarti. Hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan akses secara bersamaan portal elearning ketika melaksanakan ujian online untuk lebih dari 100 siswa. Solusi yang paling mungkin adalah migrasi hosting portal ke  Server Cloud Hosting (dengan tambahan biaya tentunya).

    

Gambar 4 : Implementasi Pembelajaran dengan Web Blog dan E-learning

 

Keberlanjutan

Inovasi & Integrasi Kompetensi Teknopreneur pada Mapel Produk Kreatif & Kewirausahaan (PKK) SMK akan selalu di up date sesuai dengan kebutuhan/tuntutan pasar, dunia kerja dan industri serta perkembangan teknologi. Dalam hal ini tidak saja konten atau materi tetapi juga metode pembelajaran.

Pengembangan Portal Elearning dan Web/blog Pembelajaran :

  • Pengembangan Fitur & Navigasi portal, menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika tuntutan PBM serta perkembangan teknologi Web/Pemograman/blog
  • Migrasi ke Server Cloud Hosting, Akses user lebih banyak , Prosesing data lebih cepat dan handal.
  • Berbagi/share, konsisten dengan prinsip Open Source.

 

Daftar Pustaka :

Kemdikbudristek, 2019. Kurikulum 2013 Revisi,Jakarta

Kemenkominfo,2021. Juknis Literasi Digital Kemenkominfo,Jakarta.

Kumparan: https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-produk-kreatif-dan-kewirausahaan-serta-sikap-seorang-wirausaha-1uROuunwj6y/, diakses pada :13/03/2022.

Supriyatno, 2021. Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Prototipe, Kemendikbudristek, Jakarta.

Suyanto,2009.  Pembangunan  Pendidikan SMK, Jakarta.

 

 

Penulis :

Dipa Adi Martius,S.Pd.,M.Pd.T

Guru SMKN 2 Padang Panjang ( Jl. Syech Ibrahim Musa. No.26. Kel. Ganting. Padang Panjang. Sumatera Barat)

 

Baca Juga :

Membuat video Publikasi Produk/Jasa menggunakan Aplikasi Kinemaster

 

Membuat Poster Kreatif dan Efektif Untuk Publikasi Produk/Jasa